Belajar Bahasa Inggris dengan Mr Danish di YXGK BSD

Belajar Bahasa Inggris dengan Mr Danish di YXGK BSD

Menguasai bahasa inggris secara teori atau textbook memang tidak terlalu sulit. Bahkan dengan mengikuti kursus sekarang banyak sekali anak sekolah yang meraih nilai ujian bahasa inggris cukup tinggi. Namun dalam pengaplikasiannya untuk kehidupan sehari-hari ternyata masih banyak yang menemui kesulitan.

Masih cukup banyak orang-orang yang mampu menguasai bahasa inggris secara tekstual namun ketika dihadapkan dalam sebuah percakapan mereka seperti kaku, canggung dan sebagainya. Ini tentu menjadi hal yang cukup ironis, mengingat dalam penerapannya bahasa inggris tidak hanya sebatas pemahaman secara teori saja namun juga dalam praktek berkomunikasi.

Oleh karena itu, pembelajaran dan pelatihan bahasa inggris secara tekstual dan praktek berkomunikasi langsung harus lah seimbang. Dan untuk pembelajarannya, sekarang sudah banyak tempat kursus bahasa inggris yang menyediakan tenaga pengajar asing atau native speakers, terutama di kawasan elit seperti di BSD, Tangerang Selatan.

Memperlancar Bahasa Inggris dengan Native Speaker

Melancarkan kemampuan bicara bahasa inggris
Melancarkan kemampuan bicara bahasa inggris

Ada beberapa tempat kursus yang menawarkan kepada anda ketika pendaftaran, “Apakah anda ingin diajar tutor lokal atau native speaker?”. Apakah ada perbedaan dalam hal ini? Pastinya ada, terutama dari segi harga. Tempat les bahasa inggris yang menyediakan tenaga pengajar asing biasanya memiliki biaya yang lebih mahal. Akan tetapi apakah belajar dengan native speaker akan memberikan pengaruh yang signifikan?

Jawabannya sudah pasti IYA. Sangat sangat memiliki perbedaan jika anda belajar langsung dengan native speakers ketimbang dengan tutor lokal. Mengapa? Karena mereka menerapkan kemampuan mereka berkomunikasi bahasa inggris dalam kehidupan mereka sehari-hari. Jadi kita tidak hanya belajar sebatas grammar dan teori-teori bahasa saja.

Kita juga akan memahami istilah, ungkapan, konteks, bahasa slang (gaul) bahkan budaya yang mereka biasa jalani di kehidupan mereka. Karena terkadang dua kata dalam bahasa inggris yang disatukan akan memiliki arti yang berbeda dibandingkan ketika kita mengartikannya per kata, misalnya: ass-hole.

Jika kita mengartikannya secara independent, maka arti yang kita dapat adalah lubang pantat. Namun menurut mereka, makna ass-hole berarti bajingan, bedebah dan makna negatif lainnya. Itulah mengapa sebabnya ass-hole dalam bahasa inggris termasuk dalam kata yang tidak sopan.

Mr. Danish, Guru Bule Yang Asik dan Keren

Mr. Danish, tenaga pengajar asing yang terkenal di media sosial instagram
Mr. Danish, tenaga pengajar asing yang terkenal di media sosial instagram

Cukup banyak orang yang masih minder dalam pengucapan atau pronounciation dalam bahasa inggris. Sebagian dari mereka ada yang memang benar-benar tidak (atau belum) memiliki kemampuan untuk berbahasa inggris. Ada juga dari mereka yang sebenarnya kemampuannya lumayan, namun karena logat asli yang susah dihilangkan akhirnya mereka jadi minder.

Padahal hal semacam ini merupakan hal yang wajar dalam belajar bahasa inggris. Bahkan para bule pun ketika belajar bahasa indonesia, mereka juga terbata-bata bukan? Jadi mengapa kita harus malu? Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pengajar bahasa inggris asal Amerika yang bernama Danish. Pernahkah anda mendengar nama tersebut? Jika anda seorang pengguna media sosial yang aktif tentu anda mengetahui sosok yang satu ini. Yap, Mr. Danish.

Mr. Danish merupakan sebuah nama akun media sosial (instagram) yang digunakan olehnya. Padahal bule yang satu ini bernama Dennis. Yap, Dennis bukan Danish, dan dia merupakan seorang pengajar asing di salah satu lembaga pendidikan bahasa inggris di indonesia. Mr. Danish sendiri berasal dari Amerika Serikat dan sudah malang melintang dalam hal mengajar bahasa Inggris di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu dia juga pernah mengikuti program 1000 guru. Menariknya lagi Dennis kadang memberikan les bahasa Inggris gratis untuk mereka yang menginginkan.